Sifat Mustahil Seorang Nabi dan Rasul
Selain sifat wajib Nabi dan Rasul juga memiliki sifat mustahil yang menjadi kebalikan dari sifat wajib dan yang mana tidak mungkin dimiliki oleh Nabi dan Rasul sebagai utusan Allah. Sifat mustahil Nabi dan Rasul ada empat (4). Adapun sifat mustahil tersebut adalah :
1. Kidzib (berdusta)
Sifat kidzib memiliki arti berdusta atau berbohong dan sifat ini merupakan sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul Allah sebab mereka adalah utusan yang telah dipilih dan terjaga dari hal tersebut oleh Allah.
2. Khianat (tidak dapat dipercaya)
Sifat khianat ini memiliki arti tidak dapat dipercaya atau bisa disebut ingkar. Seorang Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang dipilih untuk menyampaikan wahyu dan menyebarkan agama Allah kepada semua umat. Oleh karena itu tentu sangat tidak dimungkinkan bila mereka memiliki sifat ini.
3. Kitman (menyembunyikan atau tidak menyampaikan)
Sifat kitman memiliki arti tidak menyampaikan ataupun menyembunyikan. Sebelumnya sudah kami ulas secara berulang diatas bahwa seorang Nabi dan Rasul Allah adalah orang-orang pilihan untuk menyebar atau menyampaikan wahyu dari Allah kepada umat. Sehingga sangat tidak mungkin bagi mereka memiliki sifat ini.
4. Baladah (bodoh)
Sifat baladah memiliki arti bodoh atau tidak pintar. Nabi dan Rasul Allah adalah orang-orang yang pintar dan dipilih oleh Allah untuk menebarkan agama-Nya dan melakukan kebaikan agar bisa dijadikan sebagai suri tauladan atau contoh bagi umat. Sehingga tidak mungkin mereka memiliki sifat baladah.
Perlawanan Sifat Wajib adalah Mustahil
Seorang Nabi dan Rasul memiliki sifat wajib dan sifat mustahil sebagaimana diatas. Bila dirangkum maka sifat-sifat tersebut perlawanannya sebagai berikut :
Siddiq berlawanan dengan Kidzib
Amanah berlawanan dengan Khianat
Tabligh berlawanan dengan Kitman
Fathonah berlawanan dengan Baladah